Cara Mudah Menyetting Receiver Satelit TV Parabola

Menyetting receiver satelit TV parabola sebenarnya cukup mudah. Oleh karena itu bagi yang belum pernah setting pengaturan direceiver, nanti akan admin berikan contoh dalam mengaplikasikannya. Mungkin sekali atau dua kali saja Anda sudah hafal dengan caranya. Apalagi receiver yang digunakan masih mpeg2 murmer. Kalau yang sudah HD caranya juga tidak jauh berbeda. Yang membedakan mungkin ada tambahan mode tone brush, diseqc 1.2 dan fitur lainnya. 


Bagi yang sudah mahir tentu cara ini tidak perlu lagi. Namun bagi pemula tentu sangat penting, sebab percuma saja otak - atik parabola kalau settingannya belum benar. Oleh sebab itu sebelum melakukan setting di receiver pastikan dulu beberapa hal berikut:
  • Pastikan semua perangkat dalam kondisi masih baik.
  • Masing - masing perangkat dihubungkan dengan benar.
  • Kenali tombol pada remote receiver parabola dan menguasainya.
  • Memahami arah satelit yang akan di tangkap.

cara setting receiver parabola
Setelah semua dipersiapkan dengan baik, selanjutnya adalah hidupkan receiver dan TV. Buka menu dan cari pengaturan antena/ setting satelit, pada beberapa receiver terkadang tampilannya berbeda begitu juga langkahnya. Selanjutnya cari nama satelit yang akan disetting, misalnya palapa, telkom, asiasat5 dan sebagainya pilih salah satu saja sesuai dengan yang akan di lock. Setiap receiver tentu akan ada pilihan yang harus kita set, nah rata-rata hampir sama. Berikut adalah penjelasannya.
1. Tipe LNB
Tentukan jenis LNB yang digunakan, misalnya C band, Ku Band atau S Band. Hal ini dapat Anda lihat pada antena parabola. Kalau pakai C band tentu pilih C Band saja.
2. Frekwensi LNB
Setelah menentukan jenis LNB tentu harus Anda isi frekwensinya. Rata - rata receiver secara defaultnya adalah tipe C Band frekwensi 5150. Kalau yang anda pakai adalah jenis Ku Band maka frekwensinya adalah 9750 - 10600 atau Universal. Sedangkan untuk tipe S band frekwensinya adalah 3620.
3. Transponder
Pada pilihan transponder kita bisa memilih frekwensi tiap channel. Tapi kalau membuat satelit baru transponder akan kosong, Ini boleh diabaikan saja. Tapi bisa juga digunakan untuk mengecek kualitas sinyal pada salah satu transponder.
4. 22KHz
Yakni pengaturan switch 22K. Kalau LNB menggunakan switch tersebut, tentu harus disetting. Ada 2 pilihan disini yakni ON dan OFF. Hal ini disesuaikan dengan pemasangan switch pada LNB. Untuk lebih jelasnya bisa anda baca pada cara memasang switch 22k dan diseqc.
5. Daya LNB
Untuk settingan pada pilihan ini ada dua yakni hidup dan mati, kalau kita pilih mati maka LNB tidak dapat difungsikan. Maka pilih saja hidup, karena defaultnya juga begitu.
6. Mode Diseqc
Digunakan jika kita menggunakan switch diseqc pada LNB. Untuk settingannya juga disesuaikan dengan pemasangan pada LNB. ada 4 pilihan biasanya yakni LNB 1 sampai LNB 4. Misalnya satelit palapa dipasang pada LNB1 diswitch. Maka settingan direceiver juga harus LNB1. Begitu juga dengan satelit lainnya.

Setelah semua disetting sesuai dengan pemasangan. Maka sekarang Anda bisa langsung melakukan tracking satelit. Kalau Anda hanya menggunakan sebuah LNB saja, maka tidak perlu disetting antena juga tidak masalah. Karena receiver akan secara otomatis mendeteksinya. Demikianlah sedikit info mengenai cara setting di receiver parabola, semoga bermanfaat.
TV Parabola

1 Response to " Cara Mudah Menyetting Receiver Satelit TV Parabola "

  1. Ini dia blog yang lengkap menjelaskan. Trimakasih ilmu nya sob.

    ReplyDelete

Berkomentarlah sesuai dengan topik, no spam, no link aktif. Komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terimakasih

Powered by Blogger.